Ketua HUMANIKOM Unismuh Kritik Rencana Kenaikan PPN, Sebut Bisa Perburuk Kesenjangan Sosial
Makassar, – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi (HUMANIKOM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Muh Takbir, menanggapi terhadap kebijakan pemerintah terkait rencana penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12%. Dalam pernyataannya, ia menilai kebijakan ini berpotensi memperbesar kesenjangan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat, Jumat, (27/12/2024).
Kami sangat prihatin dengan rencana kenaikan PPN ini. Kenaikan ini akan langsung berdampak pada harga barang dan jasa yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah. Ini bertentangan dengan prinsip keadilan dalam pengenaan pajak yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
“Peningkatan PPN menjadi 12% mungkin tidak terasa bagi kelas atas, tetapi bagi masyarakat kelas bawah, kebijakan ini adalah pukulan berat,”. Pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, yang memberikan ruang kenaikan tarif PPN, namun dengan syarat mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional dan kemampuan masyarakat. “Kami mempertanyakan apakah pemerintah sudah melakukan kajian yang lebih mendalam terkait dampaknya terhadap perekonomian rakyat? Mengapa kebijakan ini dikeluarkan di tengah situasi ekonomi yang masih rentan?” ujarnya
Menurutnya, kebijakan ini seperti memberikan “pengampunan” kepada kelas atas, yang seharusnya berkontribusi lebih besar dalam pajak penghasilan, namun disisi lain membebani kelompok masyarakat kecil yang sudah menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Apakah ini kebijakan untuk melayani kelas atas atau justru menyengsarakan kelas bawah? Pemerintah seharusnya memikirkan dampak jangka panjang dan mencari alternatif yang lebih adil. Saat ini, masyarakat kecil memikul beban ekonomi yang berat. Jangan sampai kebijakan ini malah menjadi alat yang menguntungkan segelintir kelompok elite,” pungkasnya.


Komentar
Posting Komentar